
Singkawang, Metrojayanews,com.
Musyawarah Nasional I Majelis Pemuda Dayak Nasional ( MPDN ) yang dilaksanakan di Kota Singkawang Kalimantan Barat pada tanggal 10 Mei 2023 kemaren, dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses.
Dalam Musyawarah Nasional MPDN tersebut sukses mengantarkan Chandra Murdianto menyandang secara resmi sebagai Presiden MPDN dan saudara Paternus Surya Dino sebagai Sekretaris Jendral Periode tahun 2023-2027.
Chandra Mardianto terpilih dengan suara bulat atau secara Aklamasi sebagai Presiden MPDN yang pertama kali, demikian dijelaskan Chandra Mardianto saat dikonfirmasi via WhatsApp beliau hari ini.
Lebih lanjut dikatakan oleh CHandra Mardianto bahwa Beliau ( Mardianto ) akan menjalankan amanat yang dipukulkan kepadanya sebagai Presiden MPDN dengan sebaik-baiknya, tutur Murdianto ini.
Dia akan melaksanakan Fungsi Utama Majelis Pemuda Dayak Nasional ini sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi yakni menjadi mitra terhadap baik Pemerintah maupun Non Pemerintah sebagai bentuk kesatuan Kepemudaan Dayak di Pulau Borneo, jelasnya. Disamping itu juga MPDN akan menjadi Wadah Nasional bagi Kepemudaan Dayak dalam Tingkat Nasional untuk menjalin afiliasi bersama Presiden RI dan Kementrian Pemuda dan Olahraga, Majelis Adat Dayak Nasional serta Lembaga Nasional lainnya, tambah Murdianto kepada Wartawan Media ini. MPDN juga merupakan sarana untuk memperkuat Kebinnekaan pada Kepemudan Dayak dalam koridor Pancasila UUD ’45, dan NKRI.
Organisasi ini juga akan memberikan dorongan serta membangkitkan semangat kemajuan Kepemudaan Dayak Nasional untuk berkontribusi dalam kemajuan Berbangsa dan Bernegara.
Kebersatuan Nasional itu sangat penting karena sebagai asas kemajuan suatu bangsa, menguatkan kesatuan di dalam suatu budaya sehingga menciptakan satu Visi dan Misi yang jelas dalam menentukan arah suatu keputusan maupun arah perjuangan, serta menjadi dasar Kebersatuan dalam wadah memperkuat NKRI sebagai Kesatuan Sebuah Negara.
Bahkan sejarah mencatat Kongres Pemuda Indonesia dibentuk oleh kekuatan beberapa tokoh Pemuda Nasional pada masanya sehingga kita bisa mengenalnya dengan Sumpah Pemuda Saat ini.
Tentu Hal yang tidak mudah menyatukan pemuda saat itu karena jelas masing-masing mempunyai tujuan dan dasar yang berbeda tetapi meskipun begitu kontribusi Pemuda dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa di anggap remeh , sebab Pemudalah yang pantang mundur dalam melakukan perubahan besar dalam sejarah Nasional.
Maka dari itu Melalui MUNAS I MAJELIS PEMUDA DAYAK NASIONAL ini, awal Kebersatuan Kepemudaan Dayak di Indonesia telah menjadi momentum Revolusi Kepemudaan Dayak di dalam sejarah Nasional. Kita akan Bangkit, berjuang, bergerak secara bersama-sama demi Kemajuan Kepemudaan Dayak Untuk Indonesia.
Dan melalui MUNAS I MAJELIS PEMUDA DAYAK NASIONAL ini pula akan mempertegas bahwa Kepemudaan Dayak di Pulau Borneo sudah bangkit dan bergerak untuk berkontribusi terhadap Negara dan melibatkan setiap Komponen Kepemudaan Dayak dalam Kebijakan Nasional untuk Kemajuan Kepemudaan di Pulau Borneo dan agar banyak pemuda dari kalangan Dayak di libatkan , baik itu pada kegiatan Pemuda Internasional ataupun Nasional karena kita memiliki sumber daya yang Unggul, demikian penjelasan akhir Chandra Murdianto.
Sambas Maju Sambas Berkemajuan.
Penulis/Wartawan : Haris Disastra
Editor : Johardi dan Budiman.