Tempapan Hulu, Metrojayanews.com- Posisi dua desa yakni Desa Tempapan Hulu Kecamatan Galing dan Desa Mentibar Kecamatan Paloh punya areal yang tak terpisahkan dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Saat berita ini diturunkan karhutla di Desa Tempapan Hulu juga terjadi di Desa Mentibar, karena satu hamparan di areal perbatasan dua desa ini.
Prakiraan data BPBD Kabupaten Sambas luas areal karhutla di dua desa ini lebih kurang 15 ha, dengan posisi 1,5 ha Desa Mentibar, dan 13,5 ha Desa Tempapan Hulu.
Api sudah mulai menjalar hari jumat tanggal 17 april lalu, membuat perusahaan perkebunan sawit yakni PT. Buluh Cawang Plantations (PT. BCP) bersama masyarakat sekitar dengan cepat mengambil tindakan melakukan pemadaman.
Dalam hal ini PT. BCP sudah mengerahkan 2 alat berat guna memperdalam kanal dan membuat beberapa embung penyediaan air. Namun hingga hari senin kemarin api belum juga bisa dipadamkan, lantaran kekurangan alat dan personil.
Melihat keadaan karhutla yang belum terkendali, atas inisiasi Kepala BPBD Kabupaten Sambas Alwindo Djuhardi Alwi,ST. melalui Kepala Bidang Bencana Karhutla Nisa Azwarita mengundang semua pihak untuk melakukan pemadaman bersama antara BPBD, Kapolsek Paloh, Kapolsek Galing, Koramil Teluk Keramat, Koramil Paloh, Babinsa Mentibar dan Tempapan Hulu, Bhabinkamtibmas Mentibar dan Tempapan Hulu, Kecamatan Paloh, Kecamatan Galing, pihak desa, MPA Mentibar, dan MPA Tempapan Hulu, PT. BCP serta pemilik pemilik lahan yang lahannya terbakar baik di Mentibar maupun di Tempapan Hulu.
Diharapkan dengan adanya kerja sama pemadaman punya efektifitas yang dapat dilihat beberapa hari ke depan. Luas yang dipadamkan sekitar 7,5 ha, setengah dari luas yang terbakar.
“Pemadaman tetap terus dilakukan yang Insya Allah dari Manggala Agni besok bersama perusahaan PT. BCP dan masyarakat akan melanjutkan pemadaman,” sebut Nisa Azwarita kepada awak media ini via WhatsApp.
“Dan kami tetap monitor, sebab karhutlanya hanya berjarak 400 meter dari pemukiman warga. Khusus hari ini pemadaman diprioritaskan untuk mengisolasi api agar tidak mengarah ke pemukiman, lantaran angin yang cukup kuat, membuat api meloncat ke lokasi baru,” sambungnya.
Disamping itu BPBD Kabupaten Sambas berupaya untuk meminta pesawat modifikasi cuaca agar di lokasi karhutla bisa segera turun hujan.
Diberitakan BPBD bahwa BNPB Pusat dalam empat hari ini sudah melakukan modifikasi cuaca di Kabupaten Sambas.
“Alhamdulillah hujan tadi turun di sekitar Paloh, namun belum sampai ke lokasi karhutla,” tutup ibu Kabid menjelaskan.
Di kesempatan yang sama Kepala Desa Tempapan Hulu Asmanto mengucapkan rasa terimakasihnya terutama kepada Kepala BPBD Alwindo dan jajarannya, serta semua pihak yang sudah berjibaku memadamkan si jago merah yang melanda wilayahnya.***
Liputan Tim Metrojayanews.com
Editor : EF/Joh
