
Paloh, Metrojayanews,com.
Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas saat ini memang menjadi wilayah yang sangat seksi, pasalnya wilayah ini adalah wilayah yang terletak disalah satu perbatasan Provinsi Kalimantan Barat dengan Negara tetangga Malaysia dibahagian timur, tepatnya dengan Negeri Serawak.
Disamping dengan wilayahnya yang cukup strategis wilayah Kecamatan Paloh juga kaya dengan Sumber Daya Alam yang cukup melimpah.
Daya tarik wisata alam yang menakjubkan karena garis pantainya yang memanjang berkilo-kilo meter dan berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan.
Dengan pesona alamnya yang seksi ini Kecamatan Paloh menjadi salah satu wilayah perbatasan yang mendapat perhatian Pemerintah Pusat.
Sehingga setiap tahun banyak Proyek yang digelontorkan dengan nilai yang cukup fantastis.
Salah satu contohnya adalah Proyek Abrasi Pantai yang ada di Desa Temajuk dengan nilai mencapai lebih dari Rp. 31 Milyar.
Dan akhir-akhir ini Proyek ini cukup viral disalah satu Media Massa Online karena punya masalah yang cukup pelik yakni tidak dibayarnya gaji pekerja dan penggunaan material yang berasal dari galian tidak berizin.
Mengetahui berita ini Yetno M.Amin salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Paloh dan juga merupakan salah satu calon legislatif daerah pemilihan tujuh Kabupaten Sambas dari Partai Nasdem ikut menyikapi hal ini.
Beliau ( Yetno ) menjelaskan kepada Wartawan Media ini hari ini ( 18/7/2023 ) bahwa Dia cukup prihatin apabila Proyek yang punya nilai Milyaran Rupiah didaerah ini menjadikan ajang perbuatan korupsi yang sangat merugikan masyarakat, tutur Yetno.
Sepatutnya pihak Perusahaan Pelaksana dan Perusahaan Pengawas memberikan penjelasan yang transparan mengenai bistek kegiatan, pembelian material sesuai kontrak, sambung Yetno yang cukup dikenal dikalangan media.
Masyarakat kita saat ini sudah cukup pintar, kelakarnya lagi.
Penggunaan material dari hasil galian tidak berizin adalah salah dari sisi aturan, termasuk gaji pekerja yang tidak terpenuhi serta jaminan keselamatan kerja yang tidak menjadi bahan pertimbangan, semua itu adalah Perbuatan Curang, Dia menambahkan.
Dan terakhir Yetno mengatakan bahwa Pengawasan oleh Masyarakat perlu didukung oleh kita semua termasuk Pejabat di Desa agar perbuatan Korupsi oleh oknum Pelaksana Kegiatan Proyek dapat diminimalisir, jelas Yetno diakhir.
Korupsi adalah musuh kita bersama.
Sambas Maju Sambas Berkemajuan.
Penulis/Wartawan : Haris Disastra
Editor : Budiman/ Johardi