SIJAGO MERAH KEMBALI LALAP HUTAN DAN LAHAN MASYARAKAT

Spread the love
SIJAGO MERAH KEMBALI LALAP HUTAN DAN LAHAN MASYARAKAT

Paloh, Metrojayanews. Kebakaran hutan dan lahan di desa Sebubus Kecamatan Paloh kembali terjadi. Puluhan hektar lahan perkebunan masyarakat ikut terbakar termasuk lahan perkebunan sawit rakyat. Rabu, 28/17/2021 lalu.

Pemandangan seperti ini rutin terjadi di Kecamatan Paloh, setelah beberapa saat yang lalu melanda perkebunan masyarakat di Desa Mentibar.

Kali ini sijago merah kembali beraksi melalap Hutan dan Lahan serta Perkebunan Masyarakat di Desa Sebubus.

Kecamatan Paloh yang sebagian Lahannya adalah Gambut sangat rawan akan Kebakaran Hutan dan Lahan, karna itu disetiap musim kekeringan melanda selalu terjadi Karhutla.

Sudah sering kali Masyarakat dihimbau agar ketika membuka lahan atau ladang tidak dengan cara membakar.

Diinformasikan akibat Karhutla ini sudah Puluhan Hektar Perkebunan Masyarakat yang terbakar terutama Perkebunan Sawit Rakyat. Antisipasi yang kurang mumpuni terhadap terjadinya Karhutla juga menjadi kendala tersendiri memadamkan api, terutama persediaan Embung penampung air.

Namun Embung-embung ini tidak ada disediakan hingga sangat sulit untuk mendapatkan air.
Siang dan malam Petugas TNI, POLRI, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, KPH dan Pokmas dan dibantu Masyarakat berjibaku memadamkan api, namun karna sulitnya air dan tiupan angin yang cukup kencang menyebabkan sulitnya memadamkan api, tutur salah satu warga yang tak mau disebutkn namanya.

Berdasarkan informasi dari Kapolsek Paloh Bapak AKP Joko Kuswanto,SH, bahwa pada saat ini api sudah bisa dipadamkan. Tetapi untuk informasi darimana sumber api berasal masih dalam tahap penyelidikan.

Melalui bhabinkamtibnas kami telah menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan lebih berhati-hati dimusim panas/ kemarau seperti sekarang ini. Terutama pada lahan gambut, tutur Kapolsek Paloh. Sabtu, 31/07/2021.


Dalam kejadian seperti ini setiap tahun Pengusaha Perkebunan selalu mengalami kerugian yang tidak sedikit jumlahnya. Oleh karena itu, hal ini menjadi pelajaran untuk kita semua agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.


Wartawan : Haris Disastra.
Editor : Johardi

Exit mobile version