
‘Selakau, Metrojayanews.com Warga Pondok Batu Rt.10 Desa Twi Mentibar Kecamatan Selakau khususnya, saat ini harus menggunakan air keruh untuk keperluan sehari-hari, hal ini di duga disebabkan oleh dampak dari penananam Sawit di Hutan lindung Desa Parit Baru Dusun Parit Cegat Kecamatan Salatiga.
Salah Seorang Pemuka Masyarakat Iwan Setiawan yang juga merupakan Ketua BPD Desa Twi Mentibar menyampaikan keluhannya kepada Wartawan Media ini dimana menurutnya perkebunan Kelapa Sawit dan pembangunan jalan di areal Kebun kawasan Hutan Lindung Dusun Parit Cegat Desa Parit Baru Kecamatan Salatiga mengakibatkan air yang kami gunakan untuk keperluan sehari hari tercemar dan keruh.
“Pembangunan Jalan yang menggunakan alat berat tersebut tidak memiliki area pembuangan, sehingga air limbahnya mengalir ke Parit Alam yang berada di Hutan Lindung”, terang iwan.

Air sungai/parit yang saat ini berwarna keruh adalah merupakan salah satu sumber kebutuhan air yang masyarakat gunakan untuk keperluan sehari-hari bahkan untuk dikomsumsi pada musim kemarau.
“Dampak lainnya selain air menjadi keruh akibat perkebunan sawit yang berada di hutan lindung, juga menyebabkan erosi pada musim hujan, sehingga tanah/lumpur yang berada disekitar perkebunan terbawa arus air yang semakin menambah koto, keruh dan irigasi menjadi dangkal”, ungkap Iwan dengan nada sedikit kesal.
“Harapan saya mohon kepada Instansi yang terkait dapatlah kiranya segera untuk turun kelapangan guna memantau serta mendengar keluhan kami”, tuturnya mengakhiri.
Wartawan : SUBANDI/AZAHARAN.MA Editor : EF/Joh


















