Camat Teluk Keramat Dr.Budi Iswanto,S.Pd.i,MM. dalam forum MAD LPJ-BUMDesMa Kecamatan Teluk Keramat, 21/3/2024
Sekura, Metrojayanews,com-Pengembangan bisnis sangat memerlukan suatu perencanaan dan analisis bisnis yang baik, agar bisnis itu sendiri dapat berjalan sesuai harapan, hal ini disampaikan oleh Camat Teluk Keramat Dr.Budi Iswanto, S.Pd.i,MM. saat membuka Musyawarah Antar Desa ( MAD ) Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus Badan Usaha Milik Desa Bersama ( LPJ-BUMDESMA ) “Tekat Bersatu” Kecamatan Teluk Keramat, Kamis 21 Maret 2024 kemaren.
BUMDes Barsama ini didirikan secara bersama oleh semua ( 25 ) desa dikecamatan teluk keramat berdasarkan Permendagri nomor 11 tahun 2021 tentang BUMDes/ma.
Dan BUMDesMa ini juga merupakan tranformasi dari Unit Pengembangan Kecamatan ( UPK ) ke BUMDesMa.
Dihadapan forum MAD yang diikuti oleh Kepala Desa, Ketua BPD dan Perwakilan Perempuan sekecamatan teluk keramat, dikesempatan ini Camat Budi memberikan contoh pembisnis yang berhasil dizaman Rasulullah Nabi Muhammad saw yakni Sahabat Nabi Usman Bin Auf.
Selanjutnya, Beliau (Budi) menceritakan satu kisah menarik sebagai contoh tauladan pada forum ini.
“keberhasilan bisnis Usman Bin Auf bukan hanya semata-mata menjual onta Bapak Ibu sekalian, akan tetapi Usman Bin Auf lebih mahir menjual aksesoris ikutan yang dipakaikan kepada onta itu sendiri”, terangnya.
“artinya, bahwa bisnis itu sangat memerlukan kajian yang strategis, walaupun mendapatkan keuntungan yang kecil, namun kalau ada aksesoris ikutan lain yang kita jual akan menjadikan untung cukup besar,” tutur camat ini dengan senyumannya yang khas.
Lebih lanjut bapak Budi ini menjelaskan dalam sambutannya bahwa banyak lapangan bisnis yang ada dilingkungan kita, yang harus kita tahui, kelakarnya lagi.
Menurut pandangan camat satu ini bahwa termasuk Mesjid juga merupakan tempat perputaran ekonomi yang luar biasa.
“Mesjid juga merupakan tempat perputaran ekonomi yang luar biasa, dan bisa dikelola oleh pengurus atau remaja mesjid”, katanya seraya memberikan contoh usaha yang dimaksud.
“Contoh yang sangat sederhana adalah seperti penampungan air hujan yang dapat dijual menjadi air gallon”, demikian sambungnya menjelaskan.
“Jadi modal yang ada di lembaga BUMDesMa harus bergulir agar dapat manfaat bagi anggota dan masyarakat pada umumnya”, ucap camat lebih jauh.
Dibahagian terakhir bapak Budi ini berpesan kepada semua yang hadi di dalam forum, bahwa janganlah kita menjalankan bisnis yang dibenci oleh Allah SWT, uang dalam bisnis harus bergulir dan berkembang dengan baik, bukan uang yang disimpan konon mendapatkan untung, dan inilah hal-hal harus kita hindari.
“Janganlah kamu memakan harta yang Bathil” demikian ucapan bapak Budi diakhir sambil mengutip bagian dari Hadist.
Disamping forum MAD dihadiri oleh Forkopimcam Teluk Keramat, juga hadir dari Dinsos-pmd Bidang Pemberdayaan Bapak Tamsil dan Pendamping Kabupaten Sambas Bapak Joni.
Semoga BUMDesMa ini menjadi sebuah pilar ekonomi yang baik dikecamatan teluk keramat dengan landasan kerjasama yang kompak.***
Penulis/wartawan : Haris Disastra
Editor : EF/Joh


















