
Desa Kalimantan, Metrojayanews,com.
Desa Kalimantan adalah salah satu Desa yang terletak dalam wilayah Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas.
Desa ini pada posisi pinggiran pantai yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan, yang terkenal dengan ganasnya ombak disaat musim angin utara, atau yang dikenal dengan sebutan warga setempat musim landas.
Masuknya Musim ini biasanya dibulan Oktober hingga bulan Maret pada setiap tahunnya.
Menurut cerita warga Desa setempat bahwa selama musim itu berlangsung semua kegiatan dilaut menjadi terhenti apa lagi kebanyakan warga Desa Kalimantan adalah Nelayan, hal ini akibat besarnya ombak laut, jelas warga ini.

Budang yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus Kepala Dusun di Desa Kalimantan saat dikonfirmasi oleh Wartawan Media ini, membenarkan pernyataan yang diceritakan warga ini, dan pada saat itu sambungnya warga sangat kesulitan melaksanakan kegiatan dilaut terutama para nelayan, kelakarnya.
Lebih jauh disebutkan Budang bahwa ketika datang Musim Landas ini sangat menghantui warga disini, tukasnya karena dengan ombak yang begitu kuat dapat merobohkan tebing pantai sehingga menyebabkan terjadinya Abrasi.

Tidak sedikit kebun kelapa warga yang tumbang terseret ganasnya ombak, dan ini terjadi Abrasi yang menggerus pasir pantai hingga 8-10 meter setiap tahun, jelas Kepala Dusun yang satu ini.
Beliau ( Budang ) mengkhawatirkan bahwa ketika Abrasi Pantai yang terjadi setiap tahun ini lambat ditangani oleh Pemerintah akan mengakibatkan dampak yang lebih parah.
Sekarang sudah dapat kita lihat bahwa rumah-rumah warga dan jalan raya sudah hampir terkena Abrasi, tuturnya lagi sambil menunjuk kearah jalan raya yang hanya meninggalkan jarak kurang lebih 20 meter saja.

Keadaan inilah yang sangat menghantui kami warga disini, semoga saja Pemerintah cepat peduli dan merespon dengan membangun Pengaman Pantai agar tidak terjadi Abrasi, katanya penuh harapan.
Terakhir Budang juga menjelaskan bahwa Pembangunan Pemecah Ombak yang dibangun beberapa tahun yang lalu sangat tidak efektif dan kurang berfungsi, demikian Budang mengakhiri.
Sambas Maju Sambas Berkemajuan.
Penulis/Wartawan : Haris Disastra
Editor : Budiman.


















