Saat Sosialisasi pemberian bantuan dana kepada orang tua siswa
Matang Segantar, Metrojayanews,com- Sekretaris Desa Matang Segantar Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas YS membantah adanya pemotongan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) atau kita kenal dengan PIP Affirmasi yang telah diberitakan oleh salah satu media massa yang diterbitkan beberapa hari ini.
Menurut YS (inisial yang disebutkan dalam berita tersebut) menjelaskan kepada wartawan media ini melalui via WhatsApp bahwa apa yang diberitakan dalam pemberitaan di media tersebut sangat mengada-ada, sebut YS.
Menurut YS bahwa dana yang diurusnya saat ini yang diberikan kepada siswa/i di sekolah bukanlah dana PIP atau yang disebut PIP Affirmasi itu seperti yang diterima oleh siswa pada umumnya di sekolah, sambung YS ini tegas.
Sosialisasi kepada Siswa di SMAN 2 Teluk Keramat
“Saya yakin bahwa apa yang dituduhkan kepada saya dalam berita tersebut adalah tidak berdasar”, tuturnya mengungkapkan.
“Dana yang diberikan kepada siswa seperti yang dituduhkan oleh media tersubut adalah bukan Dana PIP, kami yakin mereka salah dalam menerima informasi”, sebut YS mengklarifikasi.
Beliau (YS) menjelaskan lebih jauh bahwa dana ini adalah bantuan keuangan yang kebetulan disalurkan melalui siswa di sekolah yang konon oleh pihak lain dikiranya PIP itu, tegasnya.
“Selaku pengurus dalam hal ini sudah melaksanakan sosialisasi kepada orang tua siswa maupun kepada siswa yang menerima, dan kami menjelaskan bahwa dana ini bukan dana PIP, melainkan sebuah bantuan melalui dana aspirasi atau dana pokir dari salah satu anggota DPR RI yang disalurkan kepada siswa, kebetulan kami termasuk orang yang dipercayai, kerena itu kami tidak merasa bahwa itu PIP”, jelas YS meyakinkan.
Terakhir disebutkan YS, bahwa setahu dirinya dana PIP tidak memerlukan sosialisasi karena dana tersebut disalurkan langsung oleh kementerian melalui rekening masing-nasing siswa, tidak perlu sosialisasi dan hanya diberitahukan oleh kepala sekolah di sekolah.
“Alhamdulillah selama ini orang tua siswa dengan adanya bantuan siswa seperti ini malahan sangat bersyukur, karena ternyata apa yang disebut PIP kepada siswa tidak pernah mereka rasakan.***
Wartawan/Penulis : Haris Disastra Editor : EF/Johardi


















