Jajaran Pemerintah Desa bersama Mahasiswa UNISSAS Sambas
Sayang Sedayu, Metrojayanews.com- Desa Sayang Sedayu Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas merupakan salah satu desa yang menempatkan KKN Mahasiswa sebagai pilar yang ikut mempercepat pembangunan di desa.
Sinergitas program antara pemerintah desa dan universitas sebagai lembaga yang menaungi mahasiswa sangat membantu dan mempermudah tatanan pembangunan desa yang saling melengkapi.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Sayang Sedayu Drs.Ruhanas saat ditemui wartawan media ini di ruang kerjanya hari ini (26/1/2026).
Di awal tahun 2026 Pemerintah Desa Sayang Sedayu menerima KKN (Kuliah Kerja Nyata) Mahasiswa UNISSAS (Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas) dalam kurun waktu selama kurang-lebih 40 hari mulai 19 Januari hingga 28 Februari 2026.
“Saya sangat senang dan mengapresiasi setiap universitas yang meminta mahasiswanya untuk melaksanakan KKN di desa, karena mereka ikut membantu program pembangunan”, jelas Ruhanas.
“Mereka (Mahasiswa) bisa membantu kegiatan-kegiatan yang dilakukan di desa, seperti kegiatan Karang Taruna, kegiatan sosial, program lingkungan, pertanian serta kegiatan keagamaan”, sambungnya bangga.
Ruhanas juga menyinggung tentang Proklim (Program Kampung Iklim), di mana Desa Sayang Sedayu tahun 2025 lalu telah mendapatkan Penghargaan Desa Terbaik IV Provinsi Kalimantan Barat.
“Program Proklim ini tentang bagaimana kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih, lingkungan yang sehat dengan upaya standarisasi oksigen (O2), agar kualitas udara menjadi sehat”, tutur Ruhanas lebih lanjut.
“Dan dengan kehadiran KKN mahasiswa ini program yang ada di desa sangat terbantu”, tutupnya menjelaskan.
Di kesempatan yang sama juga disampaikan oleh ketua kelompok mahasiswa UNISSAS Hadi Wirdian bahwa dirinya cukup fokus dengan masalah lingkungan.
Dianya aktip bersama warga untuk membersihkan sampah yang menyebabkan kualitas lingkungan menjadi kotor.
“Dengan kualitas udara yang bersih, harapan ke depannya Desa Sayang Sedayu ini bisa menjadi desa yang bersih”, demikian ucap Wirdian.
Senada dengan Wirdian, Syaida Ulfa menyoroti tentang tingkat kesuburan lahan pertanian dan perkebunan di mana Syaida Ulfa mengajak warga untuk menemukan solusi pengolahan tanah guna menyuburkan tanaman.
Syaida Ulfa ini dari prodi Hukum Ekonomi Syari’ah, sementara Wirdian dari prodi Hukum Tata Negara.
Terakhir mereka mengatakan sangat senang berada di tengah masyarakat di sini dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada bapak kepala desa.***
Penulis/wartawan : Haris Disastra. Editor : EF, Johardi Johar


















