banner 728x250

BEBERAPA PENGHARGAAN PEMPROV KAL-BAR DAPAT DIRAIH DESA SAYANG SEDAYU TAHUN 2025

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Mahasiswa FKIP yang melaksanakan program MBKM Belajar Merdeka Kampus Merdeka di Desa Sayang Sedayu, tahun 2025

Sayang Sedayu, Metrojayanews.com- Sebuah keberuntungan memang tidak bisa diraih begitu saja tanpa adanya kerja keras.

banner 325x300

Itulah makna yang disampaikan oleh Kepala Desa Sayang Sedayu Drs.Ruhanas kepada wartawan media hari ini (11/12/2026).

Beliau (Ruhanas) merasa cukup bangga dan beruntung di tahun 2025 ini karena ada beberapa penghargaan yang diraih oleh desanya dari pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

 

“Sebagai kepala desa tentunya saya merasa bangga dan beruntung sekali atas penghargaan yang berhasil kami dapatkan dari pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, karena penilaian ini diikuti oleh sebanyak 2031 desa yang ada di Kalimantan Barat”, tutur Ruhanas.

Salah satu penghargaan yang dapat diraih Pemerintah Desa Sayang Sedayu dengan predikat 4 besar adalah di bidang pengelolaan informasi keterbukaan publik (KIP), dimana penghargaan ini dikeluarkan oleh Komisi Informasi Keterbukaan Publik Provinsi Kalimantan Barat.

“Keterbukaan Informasi Publik (KIP) adalah merupakan sebuah tuntutan zaman, di mana saat ini kita dihadapkan dengan era yang sangat terbuka”, jelasnya.

“Sekarang kita dihadapkan dengan adanya tuntutan tata kelola pemerintahan desa yang baik (good gavernance) yang mensyaratkan adanya akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam proses terjadinya kebijakan publik, oleh karena itu informasi merupakan kebutuhan setiap induvidu”, ucap Ruhanas tegas.

Transparansi yang dianya lakukan bukan hanya dalam pengelolaan APBDesa, namun di semua sektor yang menuntut keterbukaan.

Disamping itu Ruhanas juga menyampaikan penghargaan yang diraihnya dari kampus UNTAN yakni FKIP, yang mana selama tiga bulan desanya telah berhasil membina seramai 24 orang mahasiswa dalam program MBKM (Belajar Merdeka Kampus Merdeka), sehingga berhasil menelurkan MoU desanya dengan pihak UNTAN.

“Insyaallah di tahun depan desa Sayang Sedayu akan menjadi pusat penelitian yang akan dilakukan oleh pihak UNTAN”, sambungnya bangga.

Diakhir pertemuannya Ruhanas menceritakan pengalamannya yang di mana dirinya diminta menjadi narasumber di hadapan para Kepala Dinas LHK Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalbar menjelaskan keberhasilan Desa Sayang Sedayu dalam melaksanakan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kemen LHK.

Dari sinilah Ruhanas menciptakan lingkungan yang lebih baik, bersih dan mengurangi segala pencemaran.***

Penulis/wartawan : Haris Disastra Editor : EF/Joh

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *