Kondisi ruas jalan provinsi di Kecamatan Paloh (dokumen, 23/9/2024)
Paloh, Metrojayanews.com- Dari hari kehari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan bahkan tahun ke tahun ruas jalan provinsi di Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas ini belum tersentuh perbaikan, sehingga kondisinya semakin memprihatinkan.
Masyarakat setempat terkadang jenuh mendengar akan adanya perbaikan jalan, karena mereka sudah merasa selalu dibohongi.
Padahal ruas jalan provinsi ini tidak terlalu panjang antara Desa Nibung dan Desa Sebubus yang lebih kurang 12 km.
Informasi yang didapat oleh awak media ini dari berbagai sumber bahwa perbaikan ruas jalan provinsi di Kecamatan Paloh akan dibiayai lewat program Intruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tahun anggaran 2024.
Namun hingga berita ini diturunkan belum juga teralisasi.
Jalan yang berdebu menyebabkan polusi udara
Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat H.Subhan Nur menerangkan bahwa benar rencana perbaikan ruas jalan provinsi di kecamatan paloh akan dibiayai lewat program IJD, namun hingga saat ini dirinya juga kesal kenapa proses kegiatan IJD ini sangat lambat.
“Saya juga merasa sangat kesal kenapa proses kegiatan IJD dari Kementerian PU-PR ini cukup lambat”, jelas H.Subhan Nur,p.
“Sementara masyarakat sangat menantikannya”, lanjutnya lagi.
“Karena itu saya dari Komisi IV ini terus menyuarakan dan mendesak Kementerian PU-PR agar perbaikan jalan ini cepat teralisasi”, tambahnya.
Lebih jauh beliau (H.Subhan Nur) mengatakan bahwa kondisi jalan seperti ini sangat berpengaruh pada kelancaran ekonomi.
“Dengan kondisi jalan yang seperti ini tentunya sangat menghambat kelancaran ekonomi penduduk setempat”, demikian ucap H.Subhan Nur.
Hal senada dengan H.Subhan Nur, tokoh pemuda Kecamatan Paloh Yetno M.Amin juga menjelaskan kepada Wartawan Media ini.
“Memang benar ya…kondisi jalan seperti cukup menghambat kelancaran ekonomi penduduk Paloh”, tutur Yetno.
“Padahal…”, lanjut Yetno, “Kecamatan Paloh memiliki geografis yang sangat strategis, karena disamping kaya akan sumber daya alam, Kecamatan Paloh juga merupakan kecamatan lintas batas negara, kalau dilihat saat ini pembangunan lintas batas kedua negara masih sangat jauh berbeda”, kelakar Yetno membandingkan.
Yetno juga ikut mendesak Kementerian PU-PR agar mempercepat proses IJD untuk ruas jalan di Kecamatan Paloh.
“Jangan sampai kondisi seperti ini menggambarkan masa lalu yang dapat menggerus rasa nasionalisme penduduk kita”, ungkap Yetno lebih jauh.
“Membangun ekonomi penduduk jauh lebih penting dari segalanya, oleh karena itu pembangunan jalan adalah salah satu indikatornya”, demikian sebut Yetno mengakhiri.***
Penulis/wartawan : Haris Disastra Editor : EF/Johardi


















