Asmanto, Kepala Desa Tempapan Hulu Kecamatan Galing
Desa Tempapan Hulu, Metrojayanews.com- Salah satu Desa di Kecamatan Galing Kabupaten Sambas, Desa Tempapan Hulu yang hingga saat ini belum tersentuh pembangunan infrastruktur jalan yang baik, menyebabkan jalan ketika di musim penghujan sangat becek dan licin.
Namun kondisi jalan seperti ini sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat Desa Tempapan Hulu karena sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya.
Hal ini memunculkan sifat swadaya dan kegotong royongan masyarakat cukup tinggi.
Penimbunan jalan becek menggunakan batu kong, swadaya masyarakat
Mereka menyadari bahwa jalan adalah sarana yang paling utama dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari, terutama akses pendidikan anak ke sekolah.
Ketika hal ini dikonfirmasi oleh wartawan media ini kepada Kepala Desa Tempapan Hulu Asmanto, dianya menjelaskan bahwa sebagai pemimpin di desa akan selalu memberikan pemahaman kepada masyarakatnya untuk peduli dengan desanya.
“Saya akan selalu memberikan pemahaman akan pentingnya kesadaran serta kepedulian terhadap desa, karena kemampuan keuangan pemerintah sangat terbatas”, terang Asmanto via WhatsApp hari ini (11/1/2026).
Asmanto juga mengakui bahwa jalan di desanya ketika di musim penghujan seperti saat ini sangat hancur, berlumpur dan licin, sehingga membuat aktifitas masyarakat terganggu.
“Untuk memperlancar aktifitas, masyarakat di desa kami berswadaya dan bergotong royong menyusun cerocok atau kayu yang dibelah dan dipasang di jalan”, sambung Asmanto lagi.
“Karena itu dirinya sangat bersyukur atas kepedulian masyarakatnya terhadap desa yang masih cukup tinggi.
“Saya sebagai kepala desa di sini sangat bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat yang masih sangat peduli terhadap desanya sehingga sifat swadaya dan kegotong royongan tetap dilestarikan guna mengatasi kesulitan akses berlalu lintas”, ujar Asmanto lebih jauh.
“Saat ini saya selalu berfikir terhadap aktifitas anak-anak ke sekolah, kesehatan masyarakat dan lainnya, dan Alhamdulillah saat ini akses sungai masih menjadi transportasi alternatif bagi kami di Desa Tempapan Hulu”, sebut kades ini mengakhiri.*** Penulis/wartawan : Haris Disastra Editor : EF/ Joh












