banner 728x250
Sambas  

MASYARAKAT DIIMBAU WASPADAI CUACA EKSTRIM: PENCARIAN KORBAN DI TEMAJUK TERUS DILANJUTKAN

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Koordinasi pencarian korban tenggelam terbawa arus gelombang laut di Desa Temajuk Kecamatan Paloh, dok. 16/2/2026

Sambas, Metrojayanews.com-  Penomena Hidrometeorologi Basah yang mengakibatkan cuaca ekstrim di wilayah Kabupaten Sambas diperkirakan terjadi hingga bulan Maret tahun ini.

banner 325x300

Fenomena alam yang menyebabkan timbulnya bencana akibat curah hujan tinggi, angin kecang, gelombang laut yang tinggi, perubahan arus air yang kuat dan kekeringan diperkirakan masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Sambas. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Sambas melalui surat Bupati Sambas Nomor : 300.2.3/634/BPBD/2025 mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sambas untuk selalu mewasdai setiap bencana yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrim hidrometeorologi.

 

Imbauan Bupati ini diperkuat dengan dikeluarkannya status keadaan siaga bencana hidrometeorologi oleh BPBD Kabupaten Sambas Nomor : 769/BPBD/2025. Masyarakat yang ingin berlibur ke daerah-daerah pantai diingatkan untuk tidak bermain mendekati arus air karena gelombang masih cukup tinggi antara 1,5 meter hingga 2,5 meter.

“Dalam keadaan siaga status darurat bencana hidrometeorologi saat ini saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat terutama yang ingin berlibur ke pantai, untuk tidak mendekati atau bermain gelombang laut, karena arus masih cukup kuat,” tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sambas Alwindo,ST. saat ditemui oleh awak media ini (17/2/2026).

Ketika dikonfirmasi mengenai kejadian di Desa Temajuk yang menyebabkan meninggalnya Kasat Pol. PP Kabupaten Sambas, Dianya telah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Sambas.

“Sudah saya sampaikan dan laporkan kejadiannya kejadiannya ke Bupati Sambas tanggal 16 Februari 2026 kemarin, dengan kejadian di Js Resort Desa Temajuk,” jelasnya.

“Ya, kronologisnya pada saat sore itu sekira pukul 17.00. wib saat gelombang laut cukup tinggi, lebih kurang 1,5 – 2,5 meter disertai angin kencang hingga 20 knots,” sambungnya menjelaskan.

“Dan saat bersamaan Bapak Ilham Jamalludin ingin menyelamatkan anaknya yang bernama Hazil Abrar Alfaziri (20) yang tenggelam terbawa arus laut lebih dulu,” ujarnya lagi.

Atas kejadian ini penyelamatan segera dilakukan oleh Satgas Pamtas Temajuk kepada Ilham Jamalludin dan dilarikan ke Puskesmas Temajuk dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Namun Allah berkehendak lain, Bapak Ilham Jamalludin dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Anshor pada pukul 18.5 menit, sementara anaknya belum ditemukan,” terang Alwindo.

Hingga saat ini pencarian terus dilakukan dengan melibatkan Basarnas, BPBD, Babinsa, TNI AL, Pamtas, Polsub, aparatur desa, dan masyarakat setempat.

“Kita semua berharap agar korban segera dapat ditemukan,” demikian penyampaian Alwindo.***

Wartawan : Haris Disastra

Editor : EF/Joh

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *