Alwindo,ST. Kepala BPBD Kabupaten Sambas
Sambas, Metrojayanews.com- Melihat potensi kejadian bencana kebakaran di awal tahun 2026 ini cukup memprihatinkan, untuk itu pemerintah melalui BPBD Kabupaten Sambas dalam waktu dekat akan melaksanakan pemantauan dan pendataan terhadap sarana dan prasarana kebakaran, serta kesiapsiagaan pencegahan bencana tersebut.
Pendataan ini dilakukan dalam rangka antisipasi terjadinya bencana kebakaran baik itu bangunan maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pendataan akan dilakukan bukan hanya di instansi pemerintah atau swasta, tapi juga terhadap dunia usaha lain dan tempat pelayanan umum.
Hal ini dikatakan oleh Kepala BPBD Kabupaten Sambas Alwindo Djuhardi Alwi,ST. kepada awak media ini di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.
“Pemantauan dan pendataan ini penting dilakukan oleh BPBD guna memastikan kesiapsiagaan, proteksi bencana kebakaran terutama di lingkungan perusahaan dan pelayanan umum”, ucap Alwindo menuturkan.
Lebih jauh dijelaskan Alwindo bahwa fsktor cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor terjadinya kebakaran.
“Saat ini kita sering dilanda cuaca yang tidak menentu, pancaroba, sehingga sulit diprediksi, oleh karena itu mitigasi dini harus kita persiapkan seperti peralatan pemadaman api, ketersediaan sumber air, jalur evakuasi serta dukungan lainnya termasuk tim pemadam kebakaran”, terangnya.
Ke depannya Alwindo akan mendorong terbentuknya tim pemadam api (kebakaran) di masing-masing lokasi kerja, dan tim ini nantinya harus mampu mendeteksi dini, menangani serta mampu berkoordinasi dengan instansi terkait.
“BPBD juga akan terus berupaya memperkuat peran tim dengan melaksanakan simulasi pemadaman kebakaran secara berkala”, demikian jelas Alwindo mengakhiri.***
Wartawan : Haris Disastra
Editor : EF/Joh


















