Kondisi jalan di desa Gayung Bersambut Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas, 24/8/2024
Gayung Bersambut, Metrojayanews.com- Masyarakat Desa Gayung Bersambut Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas harus menelan pil pahit serta rasa kecewa karena batalnya pembangunan jalan di desanya lantaran dialihkan ke desa lain.
Pengalihan ini tidak dijelaskan sama sekali alasannya oleh instansi terkait, padahal jalan Manunggal 3 yang kabarnya akan dibangun ini merupakan jalan alternatif masyarakat sehari-hari dalam melakukan aktifitasnya.
Saat ini kondisi jalan beserta jembatannya sangat memperihatinkan dan rusak berat, apalagi sekarang di saat musim penghujan, jalanan menjadi licin sehingga menghambat kegiatan ekonomi masyarakat desa ini.
Masyarakat Desa Gayung Bersambut sempat merasa senang dan bahagia ketika mendengar informasi bahwa jalan yang rusak itu akan diperbaiki, namun informasi yang mereka dapatkan saat ini membuat mereka merasa sakit hati dan kecewa.
“Kami (masyarakat) Desa Gayung Bersambut sangat kecewa sekali atas pengalihan pembangunan jalan yang semula pelaksanaannya adalah di desa kami, ternyata dipindahkan ke desa lainnya”, tutur H.Sahyoni salah seorang tokoh masyarakat yang juga merupakan ketua BPD Desa Gayung Bersambut, saat dikonfirmasi oleh awak media ini.
“Yaah…. ternyata jalan yang selama ini kami tunggu – tunggu perbaikannya hanya isapan jempol belaka”, ungkapnya lagi dengan nada kecewa.
Lebih lanjut dikatakan Sahyoni bahwa sejak tahun 2020 desanya tidak pernah mendapatkan bantuan pembangunan dari pemerintah daerah.
“Kami maklum jika desa kami dari tahun 2020 belum dibangun oleh pemerintah daerah, mungkin saja saat itu dampak dari pandemi covid 19”, terang Sahyoni lebih lanjut.
“Pernah juga di tahun 2022 desa kami ada terdaftar untuk mendapat pembangunan jalan di Dusun Sejahtera Rt. 03, yakni sambungan jalan yang sudah ada, tapi kenyataannya pembangunan jalan tersebut juga dialihkan oleh instansi terkait”, terangnya kesal.
“Bahkan di tahun 2023/ 2024 kami sudah diinformasikan akan ada pembangunan jalan anggaran APBD Kabupaten Sambas usulan musrenbang RKPD di kecamatan dengan pagu dana sebesar 6 miliar”, jelas H.Sahyoni lagi.
Diceritakan lebih lanjut oleh H.Sahyoni bahwa kepala desa selalu menyampaikan berita bahagia tersebut di setiap ada pertemuan dengan masyarakat.
“Itu ya..saking senang dan bahagianya di setiap ada pertemuan, kades selalu menyampaikan kepada masyarakat bahwa “jalan kita ini nanti akan dibangun dengan sumber dana pemerintah kabupaten”, terangnya menirukan ucapan kades.
“Tentu saja kami (masyarakat) yang mendengarnya merasa sangat bahagia”, jelas H.Sahyoni dengan sedikit gurauan untuk mengurai rasa kecewanya.
Lanjut dikatakan oleh H. Sahyoni, “Sekarang pil pahit kembali kami rasakan, berarti ini sudah yang kedua kali kami dibuat kecewa”, ucapnya.
“Apalagi dengan kejadian ini tentu menjadi sebuah pertanyaan bagi masyarakat, sebenarnya apa yang menjadi penyebabnya..??”, ungkapnya.
“Yaah..semoga saja pertanyaan masyarakat ini dapat dijawab oleh Pemda Sambas, dan saya yakin kejadian ini pasti akan berdampak kepada pilkada Sambas November nanti” kata H.Sahyoni lebih jauh.
“Oleh karena itu, dalam hal ini kami berharap kepada Bupati Sambas H.Satono untuk dijadikan sebuah pertimbangan kedepan, sebelum masyarakat benar-benar kecewa”, tutup Sahyoni.***
Penulis /Wartawan : Azaharan / Subandi Editor : EF/Johardi


















